Aksi pemalsuan kartu kredit belakangan ini benar-benar semakin menggila. Sindikat pemalsunya pun melibatkan para pelaku lintas negara.

Bulan lalu, misalnya, polisi berhasil membekuk sindikat pemalsu kartu kredit internasional dari bank-bank besar dunia, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para tersangka memegang paspor dari beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan tentu saja Indonesia.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti sebanyak 4.500 kartu kredit palsu dari 31 negara dan 80 kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Polisi menyita beberapa mesin dan peralatan untuk memalsukan kartu kredit itu.

Menurut salah satu pelaku pemalsuan, selama dua tahun terakhir ini mereka telah memproduksi lebih dari 10.000 kartu kredit palsu dari berbagai bank, termasuk di Indonesia. Gila, kan?

Seorang penyidik menyebutkan jaringan kartu kredit itu diduga telah membuat 31 bank internasional rugi miliaran rupiah. Tapi, nilai kerugian sesungguhnya diperkirakan jauh lebih besar karena baik polisi maupun kalangan bank belum punya data semua catatan transaksi dengan kartu kredit palsu itu.

Untuk menghindari kerugian yang kian parah, beberapa bank mengeluarkan kartu kredit baru dengan teknologi keamanan yang jauh lebih canggih. Sistem baru ini dilengkapi dengan chip yang disebut-sebut antifraud alias susah dipalsu.

Beginilah contoh iklan kartu kredit baru itu …

disaster card

Pic taken from here.

About these ads