Alkisah di sebuah negeri entah berantah ada sebuah perusahaan penerbangan bernama Mendem Air. Perusahaan ini dinamai begitu karena dari komisaris, direksi, hingga pilotnya dalam keadaan mendem alias mabuk.
Komisaris dan direksinya mabuk, mengira pesawat terbang itu sama dengan bajaj, hanya mentang-mentang corporate colornya sama-sama orange.
Karena mengira pesawat terbang itu mirip bajaj, mereka pun enggan merawat wahana angkasa itu secara rutin. Pokoknya asal bisa terbang. Ngadat dikit tak masalah.
Masalah terjadi ketika pilotnya ikut-ikutan mabuk. Mereka nekat terbang tanpa bantuan komputer dan panduan radar. Walhasil, nyasarlah pesawat yang dikemudikannya ke tempat yang bukan seharusnya.
Untung, regulator penerbangan dalam negeri tak memberi mereka sanksi atau hukuman. Mendem Air tetap boleh beroperasi. Toh penumpang tak kapok apalagi takut naik pesawat yang mendem.
Rupanya, takdir bicara lain. Komisaris, direksi, dan pilotnya maskapai itu kian mendem tak keruan. Akhirnya salah satu pesawat mereka jatuh lagi.
Untung tak ada korban. Pilotnya rupanya merem, memejamkan mata sewaktu hendak mendarat. Ia tak peduli cuaca buruk. Pokoknya asal mendarat karena bahan bakar menipis.
Alhasil, pesawat yang dikemudikan pilot sambil merem itu pun menghunjam landasan dan melengkung. Untung tak ada korban.
Untuk mengubah nasib buruk, manajemen maskapai memutuskan ganti nama perusahaan menjadi seperti ini.



13 comments
Comments feed for this article
February 27, 2007 at 2:11 am
Moes Jum
Wakakakaaaaa ….. betul itu, karena kebanyakan mendem mangka si pilot jadi merem …. trus mak bruk gedebuk kriet kriet kek kek ekek si pesawat jatuh dan bodinya melengkung
February 27, 2007 at 5:11 am
Luthfi
February 27, 2007 at 7:43 am
tito
jangan cuma tulisannya. Gambarnya orang terbang itu mbok diganti sekalian. Saya belum ditraktir paman. GImana nih ?
February 27, 2007 at 8:31 am
trie
ohh..pantes, mungkin waktu itu mereka pas lagi parah2nya kali ya mendemnya sampai2 laut dikira landasan, heheehe..
*
eh, blog ini lebih mantab deh. makasih dah sudi mampir ke t4 saya. tapi si tito kog manggilnya ‘paman’?. apakah ini “paman” yang “terkenal” itu ?. *waduhh… jadi grogi saya..mana belum bersih2 rumah lagi pas beliau datang
February 27, 2007 at 10:46 am
Dee
asal comot tanpa ijin dari beberapa milis:
Adam Air Captain Speaking
“Good morning, Ladies and Gentlemen. This is your
captain speaking.
Welcoming both seated and standing passengers on
board of adam Air.
We apologize for the eight-days delay in taking off,
it was due to bad weather and some overtime I had
to put in at the bakery.
This is flight 717 to Yogyakarta. Landing there is
not guaranteed, but we will end up somewhere in
Central Java . And, if luck is in our favor, we may
even be landing on your village!
adam Air has an excellent safety-record. In fact,
our safety
standards are so high, that even terrorists are
afraid to fly with us!
It is with pleasure; I announce that, starting this
year, over 30% of our passengers have reached their
destination.
If our engines are too noisy for you, on passenger
request, we can arrange to turn them off !
For our not-so-religious passengers, we are the
only airline who can help you find out if there
really is a God!
We regret to inform you, that today’s in-flight
movie will not be shown as we forgot to record it
from the television.
However, for our movie buffs, we will be flying
right next to another airways, where their
movie will be visible from the right side of the
cabin window.
There is no smoking allowed in this airplane. Any
smoke you see in the cabin is only the early warning
system on the engines telling us to slow down!
In order to catch important landmarks, we try to
fly as close as possible for the best view. If
however, we go a little too close, do let us know.
Our enthusiastic co-pilot sometimes flies right
through the landmark!
Kindly be seated, keep your seat in an upright
position for take-off and fasten your seat-belt. For
those of you who can’t find a seat-belt, kindly
fasten your own belt to the arm of your seat.
And, for those of you who can’t find a seat,
do not hesitate to get in touch with a stewardess
who will explain how to fasten yourself to your
suitcase.”
At the end we would like to say “Enjoy your flight and Enjoy Adam Air”
February 27, 2007 at 3:36 pm
diditjogja
karna dah dilarang terbang oleh direktorat jendral transportasi udara, maka namanya ganti lagi!!!
MENENG AIR!!!
karna cuman meneng thok alias gakkemana-mana…….
*heh? sapa yang ultah? koka da kabar burung?*
March 1, 2007 at 1:28 am
antobilang
di blog saya ada panci hasil daur ulang badan pesawat, mungkin juga dari pesawat mendem ini…
wakaka
March 1, 2007 at 12:04 pm
venus
mendem air? edyan
March 1, 2007 at 12:45 pm
Adi Suryono
Mendem Air itu pasti yang punya namanya pak Mendem Suherman yah?
March 10, 2007 at 11:02 am
Bambang Haryanto
Usul : menjadi Adam/Maria Eva Air, hingga “jatuh” pun tetap membawa berkah.
April 18, 2007 at 1:18 pm
KhamShe
hi..hii …ana2 bae kiye wong….dasar gemblung!!!
March 17, 2008 at 4:00 pm
Ndoro Kakung Pecas Ndahe
[...] >> Tautan Adam Air Ganti Logo. [...]
March 17, 2008 at 7:27 pm
kangtutur
tunggu sekian tahun lagi, puingnya diburu pencari harta karun